Polres Metro Tangerang Kota Buka Posko Pelayanan Untuk Keluarga Korban Ledakan Pabrik Petasan

RAKYATBANTEN.com. Polres Metro Tangerang Kota membuka pelayanan posko ledakan pabrik petasan untuk memberikan informasi terhadap keluarga korban. Posko dibuka sampai semua korban tewas berhasil diidentifikasi.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan – MTVN/Deny Irwanto.

“Posko akan melayani masyarakat, akan buka sampai benar-benar clear,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan di lokasi, Senin 30 Oktober 2017.

Harry menuturkan, pihaknya masih mencari tiga jenazah yang diduga masih berada di lokasi kejadian. Siang ini, pihak kepolisian kembali melakukan penyisiran.

Dari penyisiran yang berlangsung sekitar 40 menit, polisi menemukan potongan tulang dan dua unit ponsel. “Kita lakukan pencarian dari lokasi diduga titik awal api. Kita temukan ada tulang dan juga handphone,” ungkap Harry.

Tulang itu diduga milik Ega Suparna. Tukang las yang sedang bekerja di lokasi awal api. Namun, untuk memastikan itu, polisi akan melakukan uji forensik lebih dulu.

Sebanyak 49 orang tewas dalam insiden ledakan pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kecamatan Kosambi, Kebupaten Tangerang. Dua di antaranya meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Tangerang.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka, mereka adalah pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses, Indra Liyono, Direktur Operasional Perusahaan Andria Hartanto, dan tukang las Ega Suparna.

Indra dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 74 junto 183 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Indra juga diduga mempekerjakan anak di bawah umur.

Sementara itu, untuk Ega dan Andria dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran.

Sumber : Metrotvnews.com/Ren