Kebakaran Pabrik Kembang Api di Tangerang, 23 Karyawan Pabrik Tewas

Semua korban tewas ditemukan di dalam pabrik yang terbakar. Mereka diduga adalah karyawan pabrik yang terjebak saat kebakaran terjadi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

RAKYATBANTEN.com – Desa Belimbing, RT20/10, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/10) pagi dihebohkan oleh peristiwa kebakaran di sebuah pabrik kembang api Jalan Raya SMPN 1. Sebanyak 23 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam kebakaran tersebut.

Seorang petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Kabupaten Tangerang, Muhammad Suhermanto menuturkan kebakaran di pabrik kembang api itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dalam pabrik tersebut.

“Ada ledakan besar dalam peristiwa itu. Dugaan kami ledakan dipicu oleh api yang mengenai bahan-bahan kimia di dalam pabrik. Ledakan besar itu disusul oleh ledakan kecil lainnya,” kata Suhermanto sepeti yang dikutip CNNIndonesia.com.

Kabar kebakaran itu diterima petugas Damkar PB Kabupaten Tangerang tak lama setelah kejadian. Suhermanto mengatakan pihaknya mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.

Meski cukup besar, namun kebakaran di pabrik kembang api itu bisa dipadamkan dalam waktu relatif cepat. Suherman mengatakan, faktor lokasi yang mudah dijangkau membuat proses pemadaman tidak mengalami hambatan berarti.

Menjelang tengah hari petugas telah berhasil memadamkan api. “Setelah itu kami lakukan evakuasi dan dari data sementara, kami mendapatkan 26 korban tewas dan 30 orang luka-luka,” ujar Suherman.

Kebanyakan korban tewas dan luka-luka dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang dan Rumah Sakit Mitra Husada.

Suherman mengatakan, para korban tewas ditemukan dalam pabrik. Kemungkinan mereka adalah karyawan pabrik. Saat ini, proses evakuasi untuk menemukan korban lain masih terus dilakukan.

“Mungkin terjebak di dalam saat kebakaran. Jumlah korbannya belum bisa kami pastikan. Tapi kemungkinan besar masih akan bertambah,” ujar Suhermanto.

Sumber : CNN Indonesia